AD (728x60)

nornavidah.inmayoor.com. Diberdayakan oleh Blogger.

Follow us on facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Contact Us

Subscribe Via Email

Sign up for our newsletter, and well send you news and tutorials on web design, coding, business, and more! You'll also receive these great gifts:

Find Us

Rabu, 18 Mei 2016

Materi Modular/ Fungsi

Share & Comment


A.    Pengertian Modular
Pemrograman Modular adalah suatu teknik pemrograman di mana program yang biasanya cukup besar dibagi-bagi menjadi beberapa bagian program yang lebih kecil sehingga akan mudah dipahami dan dapat digunakan kembali, baik untuk program itu sendiri maupun program lain yang memiliki proses yang sama.
·         Program dibagi-bagi menjadi Modul-Modul
·         Modul dalam bahasa  C di-implementasikan dengan Fungsi
·         Fungsi dibentuk dengan mengelompokkan sejumlah perintah untuk menyelesaikan tugas tertentu.
·         Modul diperlukan jika kelompok perintah tersebut kerap kali digunakan di tempat lain dalam program
·         Modul sering disebut juga dengan Sub-Program

Keuntungan menggunakan modul :
1.      Rancangan Top - down dengan teknik  Sub goal, program besar dapat dibagi menjadi modul-modul yang lebih kecil.
2.      Dapat dikerjakan oleh lebih dari satu orang dengan koordinasi yang relatif mudah.
3.      Mencari kesalahan relatif lebih mudah karena alur logika lebih jelas, dan kesalahan dapat dilokalisir dalam satu modul.
4.      Modifikasi dapat dilakukan, tanpa menggangu program secara keseluruhan
5.      Mempermudah dokumentasi
6.      Bahasa C melengkapi fasilitas modular dengan menggunakan fungsi pada setiap SubProgram.
7.      Contoh pembagian program menjadi beberapa subprogram

GAMBARAN  UMUM MODULAR



 


                                                                                                                                                                                                                               
                                                                                                                                                                                            
ž  Sifat-sifat modul yang baik adalah :
          Fan-In yang tinggi, yaitu makin sering suatu modul dipanggil oleh pengguna, makin tinggi nilai fan-in.
          Fan-Out yang rendah, makin sedikit tugas yang dilakukan oleh suatu modul makin rendah nilai fan-out. Dengan demikian, makin spesifik tugas yang dikerjakan oleh modul tersebut.
          Self-Contained, atau memenuhi kebutu-hannya sendiri.
ž  Fungsi dalama bahasa C terbagi dalam dua jenis :
          Library function
          User-defined function
          Library function, adalah fungsi-fungsi standard yang sudah disediakan oleh bahasa C. Fungsi-fungsi tersebut dideklarasikan dalam file header (.h), contohnya clrscr() ada di file conio.h, sqrt() dalam math.h, printf() dalam stdio.h

User-define function, adalah fungsi yang didefinisikan sendiri oleh pemrogram.

                                                                                                                                                                                                               



 
  • return-value-type: tipe data yang dikembalikan oleh fungsi
  • Jika tidak diisi maka dianggap tipenya integer (default  int)
  • Jika return-value-type diganti void maka fungsi tidak mengembalikan nilai
  • Parameter-list: berisi daftar nilai yang dikirimkan dari fungsi pemanggi

Konstruksi Fungsi:










                                                                                                                                                               
ž  Penulisan fungsi pada bahasa C pada dasarnya diletakkan diatas pemanggil (blok main, atau blok fungsi lainnya). Namun adakalanya blok fungsi diletakkan setelah blok pemanggil. Pada kondisi tersebut perlu digunakan prototipe fungsi.
ž  Tujuan dari prototipe fungsi :
          Meyakinkan sebuah fungsi dikenal oleh pemanggilnya
          Compiler akan memvalidasi parameter
ž  Sintaks
return-value-type  function-name( parameter-list );


Contoh deklarasi dan definisi fungsi                                         
Karena prinsip kerja program C sekuensial, maka
       Jika bagian dari program yang menggunakan fungsi diletakkan sebelum definisi dari fungsi, maka deklarasi dari fungsi diperlukan.
       Akan tetapi jika bagian dari program yang menggunakan fungsi terletak setelah definisi dari fungsi, maka deklarasi dari fungsi dapat tidak dituliskan.
Jenis fungsi di C++ :
      Fungsi yang tidak mengembalikan nilai (void)
      Fungsi yang mengembalikan nilai (nonvoid)

a.       Fungsi void
      Fungsi yang void sering disebut juga prosedur
      Disebuta void karena fungsi tersebut tidak mengembalikan suatu nilai keluaran yang didapat dari hasil proses fungsi tersebut.
      Ciri: 
    - tidak adanya keyword return.
               - tidak adanya tipe data di dalam deklarasi fungsi.
               - menggunakan keyword void.
      Tidak dapat langsung ditampilkan hasilnya
      Tidak memiliki nilai kembalian fungsi

Keyword void juga digunakan jika suatu function tidak mengandung suatu parameter apapun.




b.    Fungsi non void
Fungsi non-void disebut juga function. Disebut non-void karena mengembalikan nilai kembalian yang berasal dari keluaran hasil proses function tersebut. Berbeda dengan  fungsi tanpa nilai balik yang hanya mengandung proses tanpa adanya nilai kembalian, fungsi dengan nilai balik digunakan untuk melakukan proses-proses yang berhubungan dengan nilai. Adapun cara pendefinisiannya adalah dengan menuliskan tipe data dari nilai yang akan dikembalikan di depan fungsi.

Ciri:
§  ada keyword return
§  ada tipe data yang mengawali deklarasi fungsi
§  tidak ada keyword void
§  Memiliki nilai kembalian
§  Dapat dianalogikan sebagai suatu variabel yang memiliki tipe data tertentu sehingga dapat langsung ditampilkan hasilnya.


Tipe data digunakan untuk menentukan tipe keluaran fungsi, yang dapat dipilih dari tipe data yang berlaku dalam C++, seperti char atau int. Jika tipe data dalm fungsi tidak disebutkan maka akan dianggap sebagai int. Supaya lebih jelas, kita langsung ke contoh saja. Berikut contoh sederhananya.

Pemanggilan fungsi
Pada dasarnya fungsi dapat memanggil fungsi lain, bahkan fungsi dapat memanggil dirinya sendiri (rekursif).
a.       Void                       : void tampilkan_jml (int a, int b)
                                                                { int jml;
                                                                  jml = a + b;
                                                                  cout<<jml;}
b.      Non-void             :  int jumlah (int a, int b)
                                                                { int jml;
                                                                  jml = a + b;
                                                                  return jml; }



Contoh fungsi void :




Contoh fungsi Non void :
Contoh 1:
Tags:

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Popular Content

Recent Posts

Why to Choose RedHood?

Copyright © Pemrograman Terstruktur | Designed by Templateism.com