A.
Pengertian Modular
Pemrograman
Modular adalah suatu teknik pemrograman di mana program yang biasanya cukup
besar dibagi-bagi menjadi beberapa bagian program yang lebih kecil sehingga akan mudah dipahami dan
dapat digunakan kembali, baik untuk program itu sendiri maupun program lain
yang memiliki proses yang sama.
·
Program dibagi-bagi menjadi Modul-Modul
·
Modul dalam bahasa
C di-implementasikan dengan Fungsi
·
Fungsi dibentuk dengan mengelompokkan sejumlah
perintah untuk menyelesaikan tugas tertentu.
·
Modul diperlukan jika kelompok perintah tersebut kerap
kali digunakan di tempat lain dalam program
·
Modul sering disebut juga dengan Sub-Program
Keuntungan
menggunakan modul :
1.
Rancangan Top - down dengan teknik Sub goal, program besar dapat dibagi menjadi
modul-modul yang lebih kecil.
2.
Dapat dikerjakan oleh lebih dari satu orang dengan
koordinasi yang relatif mudah.
3.
Mencari kesalahan relatif lebih mudah karena alur
logika lebih jelas, dan kesalahan dapat dilokalisir dalam satu modul.
4.
Modifikasi dapat dilakukan, tanpa menggangu program
secara keseluruhan
5.
Mempermudah dokumentasi
6.
Bahasa C melengkapi fasilitas modular dengan
menggunakan fungsi pada setiap SubProgram.
7.
Contoh pembagian program menjadi beberapa subprogram
GAMBARAN UMUM MODULAR
Sifat-sifat
modul yang baik adalah :
•
Fan-In yang tinggi, yaitu makin
sering suatu modul dipanggil oleh pengguna, makin tinggi nilai fan-in.
•
Fan-Out yang rendah, makin sedikit
tugas yang dilakukan oleh suatu modul makin rendah nilai fan-out. Dengan
demikian, makin spesifik tugas yang dikerjakan oleh modul tersebut.
•
Self-Contained, atau
memenuhi kebutu-hannya sendiri.
Fungsi
dalama bahasa C terbagi dalam dua jenis :
•
Library function
•
User-defined function
•
Library function, adalah fungsi-fungsi standard yang
sudah disediakan oleh bahasa C. Fungsi-fungsi tersebut dideklarasikan dalam
file header (.h), contohnya clrscr() ada di file conio.h, sqrt() dalam math.h,
printf() dalam stdio.h
User-define function, adalah fungsi yang
didefinisikan sendiri oleh pemrogram.
- return-value-type: tipe data yang dikembalikan oleh fungsi
- Jika tidak diisi maka dianggap tipenya integer (default int)
- Jika return-value-type diganti void maka fungsi tidak mengembalikan nilai
- Parameter-list: berisi daftar nilai yang dikirimkan dari fungsi pemanggi
Konstruksi
Fungsi:
Penulisan
fungsi pada bahasa C pada dasarnya diletakkan diatas pemanggil (blok main, atau
blok fungsi lainnya). Namun adakalanya blok fungsi diletakkan setelah
blok pemanggil. Pada kondisi tersebut perlu digunakan prototipe fungsi.
Tujuan
dari prototipe fungsi :
•
Meyakinkan sebuah fungsi dikenal oleh pemanggilnya
•
Compiler akan memvalidasi parameter
Sintaks
return-value-type
function-name( parameter-list );
Contoh deklarasi dan
definisi fungsi
Karena prinsip kerja program C sekuensial, maka
• Jika
bagian dari program yang menggunakan fungsi diletakkan sebelum definisi dari
fungsi, maka deklarasi dari fungsi diperlukan.
• Akan
tetapi jika bagian dari program yang menggunakan fungsi terletak setelah
definisi dari fungsi, maka deklarasi dari fungsi dapat tidak dituliskan.
Jenis fungsi di C++ :
•
Fungsi yang
tidak mengembalikan nilai (void)
•
Fungsi yang
mengembalikan nilai (nonvoid)
a.
Fungsi
void
•
Fungsi yang void
sering disebut juga prosedur
•
Disebuta void karena fungsi tersebut tidak mengembalikan suatu
nilai keluaran yang didapat dari hasil proses fungsi tersebut.
•
Ciri:
- tidak adanya keyword return.
- tidak adanya tipe data di dalam deklarasi fungsi.
- menggunakan keyword void.
•
Tidak dapat
langsung ditampilkan hasilnya
•
Tidak memiliki
nilai kembalian fungsi
Keyword void juga digunakan jika suatu function tidak mengandung suatu
parameter apapun.
b. Fungsi non
void
Fungsi
non-void disebut juga function. Disebut non-void karena mengembalikan
nilai kembalian yang berasal dari keluaran hasil proses function
tersebut. Berbeda dengan fungsi tanpa nilai balik yang hanya mengandung
proses tanpa adanya nilai kembalian, fungsi dengan nilai balik digunakan untuk
melakukan proses-proses yang berhubungan dengan nilai. Adapun cara
pendefinisiannya adalah dengan menuliskan tipe data dari nilai yang akan
dikembalikan di depan fungsi.
Ciri:
§
ada keyword return
§
ada tipe data yang mengawali deklarasi fungsi
§
tidak ada keyword void
§
Memiliki nilai kembalian
§
Dapat dianalogikan sebagai suatu variabel yang
memiliki tipe data tertentu sehingga dapat langsung ditampilkan hasilnya.
Tipe
data digunakan untuk menentukan tipe keluaran fungsi, yang dapat dipilih dari
tipe data yang berlaku dalam C++, seperti char atau int. Jika tipe data dalm
fungsi tidak disebutkan maka akan dianggap sebagai int. Supaya lebih jelas,
kita langsung ke contoh saja. Berikut contoh sederhananya.
Pemanggilan fungsi
Pada dasarnya
fungsi dapat memanggil fungsi lain, bahkan fungsi dapat memanggil dirinya
sendiri (rekursif).
a. Void : void
tampilkan_jml (int a, int b)
{ int jml;
jml = a + b;
cout<<jml;}
b. Non-void : int jumlah (int a, int b)
{ int jml;
jml = a + b;
return jml; }
Contoh
fungsi void :
Contoh 1:







0 komentar:
Posting Komentar